Situs Tips Kesehatan dan Kecantikan Alami

8 Pantangan Ibu Hamil Muda, Jangan Sampai Anda Melakukannya!

pantangan ibu hamilKehamilan merupakan pengalaman pribadi yang sangat berharga bagi tiap-tiap calon ibu. Setiap wanita pasti ingin melakukan yang terbaik saat kehamilan, sehingga bayi yang lahir pun tidak cacat atau kurang suatu apapun.

Kehamilan biasanya dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu trisemester pertama (3 bulan pertama), trisemester kedua (usia kandungan 4-6 bulan), dan trisemester akhir (usia 7-9 bulan). Trisemester pertama merupakan tahapan yang sangat rawan bagi para calon ibu, karena di usia hamil muda ini banyak sekali kejadian yang bisa menyebabkan bayi tidak bertahan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita Yang Efektif Dan Terbukti Berhasil

Pantangan Ibu Hamil Muda

Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya untuk para calon ibu yang sedang hamil muda untuk menghindari pantangan-pantangan di trisemester pertama, seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Mengonsumsi Minuman dan Makanan Berkafein

Walaupun tidak sepenuhnya dilarang, namun sebaiknya ibu yang sedang hamil muda membatasi konsumsi minuman dan makanan berkafein hingga maksimal hanya 200mg per hari. Jumlah ini setara dengan kafein yang dikandung dalam dua cangkir kopi instan. Sehingga per harinya, maksimal kopi yang dapat diminum adalah sebanyak 2 cangkir.

Berikan perhatian pula pada cokelat, minuman besoda, minuman berenergi, dan teh yang biasanya juga mengandung kafein walaupun tidak sebanyak kandungan dalam kopi. Jika bisa menghindari sepenuhnya, maka hal itu lebih baik.

Kafein bersifat diuretik, artinya membantu untuk mengurangi cairan di dalam tubuh, hal ini dapat terasa jika terlalu banyak minum kopi biasanya seseorang lebih sering buang air kecil. Hasilya, akan ada banyak cairan serta mineral seperti kalsium yang hilang. Sementara itu, dalam sebuah penelitian kekurangan cairan dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan bayi yang kurang, hingga keguguran.

2. Mengonsumsi Sembarang Obat

Mengonsumsi obat yang dijual bebas dapat memiliki kemungkinan membahayakan janin dalam kandungan. WHO menyebutkan 90% ibu hamil mengonsumsi obat-obatan, padahal 2-3% cacat janin disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan.

Baca Juga: Makanan Ibu Hamil Agar Anak Cerdas Dan Pintar

Obat-obatan dapat berpindah ke jaringan tubuh janin melalui plasenta. Pengaruhnya bisa melalui berbagai cara, seperti pengaruh langsung menyebabkan kelainan perkembangan hingga kematian janin, mengerutkan pembuluh darah plasenta sehingga mengurangi pasokan oksigen dan zat gizi, juga dapat membuat otot rahim berkontraksi kuat dan mengurangi aliran darah menuju janin.

Janin juga sangat rentan terhadap cacat bawaan di hari ke-17 hingga hari ke-57. Oleh karena itu, sangat perlu pengawasan dari dokter mengenai obat-obatan apa saja yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil agar janin tetap sehat.

3. Merokok serta Mengonsumsi Alkohol

pantangan ibu hamil stop merokok dan alkohol

Rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat menyebabkan bayi lahir prematur, terhambat pertumbuhannya, gangguan plasenta, hingga keguguran. Jika diingat lagi, dahulu peringatan pada bungkus rokok juga menyebutkan bahaya terhadap janin.

Hindarilah merokok selama proses kehamilan, baik secara langsung maupun dengan menjadi perokok pasif yang menghirup asapnya, karena juga ternyata risiko bayi lahir di bawah berat badan normal meningkat jika ibu hamil menghirup asap rokok.

Begitu pula halnya dengan alkohol yang dapat menghambat pertumbuhan hati pada janin serta nantinya dapat menyebabkan anak kesulitan belajar serta mengalami gangguan ingatan.

4. Menggunakan Bra Berukuran Normal

Saat proses kehamilan, terjadi perubahan hormon pada ibu yang menyebabkan payudara membesar dikarenakan persiapan untuk mengeluarkan ASI. Tentu saja ukuran payudara yang lebih besar membutuhkan bra yang berbeda dari biasanya, untuk menahan berat dan penuhnya. Oleh karena itu, persiapkanlah bra khusus ibu hamil yang mampu kokoh menyangga payudara dan tidak menyebabkan rasa sakit.

5. Makan dalam Porsi Besar dan Terburu-buru

Salah satu keluhan yang paling banyak dialami ibu hamil muda trisemester pertama adalah sering mual dan muntah pada pagi hari. Hal ini wajar, karena meningkatnya kadar hormon esterogen dan progesteron yang membuat ibu lebih sensitif mencium bau-bauan tertentu, bahkan juga bau masakan.

Ibu hamil muda disarankan untuk makan secara perlahan dan dalam porsi yang kecil saja, karena naiknya hormon tersebut juga dapat menyebabkan kendurnya katup antara kerongkongan dan lambung yang menyebabkan asam lambung naik hingga ke ulu hati dan menyebabkan mual. Makan perlahan dan dalam porsi kecil namun lebih sering membantu agar asam lambung tidak mudah naik dan menyebabkan mual.

6. Tidak Mengenakan Pantyliner

Pada trisemester pertama, keputihan seringkali menyerang ibu hamil. Hal ini cukup wajar karena perubahan hormon yang ada. Umumnya vagina akan mengeluarkan cairan berwarna putih seperti susu atau bercak di celana dalam. Untuk menjaga kebersihan, sebaiknya gunakan pantyliner, agar celana dalam tidak lembab dan menjadi tempat pertumbuhan jamur atau bakteri yang malah dapat memasuki tubuh ibu dan janin.

7. Membiarkan Diri Dikuasai Emosi

Perubahan hormon yang ada juga membuat ibu hamil muda lebih emosional, seperti tertekan, sedih, atau gejala-gejala yang dialami seperti pada saat PMS (pra menstruasi sindrom). Hal ini sebenarnya biasa, namun jika Anda dikuasai emosi tersebut, tentu kurang baik pula bagi janin, bisa jadi pertumbuhannya terhambat.

Baca Juga: Penyebab Haid Tidak Teratur Yang Wajib Anda Tahu

Oleh karena itu, buatlah diri Anda bahagia saat hamil muda, lakukan perawatan tubuh atau apa saja yang dapat membuat relaks, serta jangan sungkan untuk meminta bantuan suami atau kerabat untuk hal-hal yang tidak dapat Anda kerjakan sendiri. Terkadang terlalu lelah juga menyebabkan diri menjadi lebih emosional.

8. Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat

Saat berbadan dua, tentu saja makanan yang diasup harus lebih banyak dibandingkan dengan biasanya, karena ada dua tubuh yang perlu diberi asupan nutrisi. Lebih dari 50% wanita yang sedang hamil biasanya juga mengalami lapar terus-menerus. Makan memang diperlukan, namun jangan sampai Anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau berpotensi mengandung parasit, bakteri, atau racun seperti di bawah ini.

  • Telur mentah. Telur mentah dikhawatirkan dapat mengandung bakteri salmonela yang berbahaya bagi janin. Perhatikan pula bahan makanan yang diolah dari telur mentah seperti salad dressing, mayonais, es krim, dan custard. Namun biasanya es krim dan dressing yang dijual secara komersial diolah dari telur yang sudah dipasteurisasi, sehingga awet lebih lama dan lebih aman dikonsumsi.
  • Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi. Ikan seperti hiu dan kembung kemungkinan besar mengandung merkuri dalam kadar tinggi, sehingga perlu dihindari oleh ibu hamil. Merkuri dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan janin serta kerusakan pada otak janin. Ikan tuna seperti pada sushi, walaupun juga mengandung merkuri, namun dalam kadar yang lebih rendah, sebaiknya juga dibatasi konsumsinya.
  • Daging Mentah. Daging mentah seperti pada restoran steak sebaiknya juga dihindari karena dapat mengandung bakteri toksoplasmosis serta salmonella yang membahayakan janin.

Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan serta air mineral sehingga janin pun mendapat vitamin cukup serta pencernaan ibu hamil lancar.

Itulah tadi 8 macam pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan ibu hamil muda demi janin yang sehat hingga waktu kelahiran. Karena di dalam tubuh ibu yang sehat, terdapat janin yang kuat dan nyaman tumbuh di dalam rahim.

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.